Halaman

Jumat, 10 Mei 2013

Laporan praktikum pembuatan media dan Larutan pengencer


Pembuatan Media dan Larutan Pengencer

A.   Pendahuluan
Media adalah suatu substrat dimana mikroorganisme dapat tumbuh yang disesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Media kultur berdasarkan konsistensinya dibedakan atas tiga macam, yaitu:
·         Media cair (liquid medium) adalah medium berbentuk cair yang dapat digunakan untuk tujuan menumbuhkan atau membiakan mikroba, penelaah fermentasi, uji-uji lain
Contohnya : Nutrient Broth (NB), Lactose Broth (LB) dan kaldu sapi.
·         Media semi padat (semi solid medium), biasanya digunakan untuk uji mortalitas (pergerakan) mikroorganisme dan kemampuan fermentasi,
Contohnya : Agar dengan konsentrasi rendah 0,5%.
·         Media padat (solid medium) adalah medium yang berbentuk padat yang dapat digunakan untuk menumbuhkan mikroba dipermukaan sehingga membentuk koloni yang dapat dilihat, dihitung dan diisolasi.
Contohnya:  Nutrient Agar (NA), Plate Count Agar (PCA), Potato Dextrose Agar (PDA), gelatin, silika gel dan beberapa limbah pertanian berbentuk padat.

Media berdasarkan fungsinya, yaitu:
·         Media diperkaya (enriched medium) adalah medium yang ditambah zat-zat tertentu (serum, darah, ekstrak tumbuhan dan lain-lain), digunakan untuk menumbuhkan mikroba heterotrof.
·         Media selektif (selective medium) adalah media yang ditambah zat kimia tertentu yang bersifat selektif untuk mencegah pertumbuhan mikroba lain sehingga dapat mengisolasi mikroba tertentu, misalnya media yang mengandung kristal violet pada kadar tertentu, dapat mencegah pertumbuhan bakteri gram positif tanpa mempengaruhi bakteri gram negatif.
Contohnya :          Endo Agar, EMB(Eosin Metilena Biru) Agar
SSA (Salmonella Shygella Agar)
VRB (Violet Red Bile Agar)
·         Media diferensial (deferential medium) adalah media yang ditambahkan zat kimia tertentu yang menyebabkan mikroba membentuk pertumbuham atau mengadakan perubahan tertentu hingga dapat membedakan tipenya.
Contohnya :          TSIA (Triple Sugar Iron Agar)
·         Media penguji (assay medium) adalah media dengan susunan tertentu digunakan untuk pengujian-pengujian vitamin, asam amino, antibiotik dan lain-lain.
·         Media untuk perhitungan jumlah adalah media spesifik yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba
Contohnya : Plate Count agar (PCA).

Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam pembuatan
Larutan pengencer/ larutan fisiologis adalah larutan yang digunakan untuk mengencerkan contoh pada analisis mikrobiologi. Pengenceran dilakukan untuk memperoleh contoh dengan jumlah mikroba terbaik untuk dapat dihitung yaitu antara 30 sampai 300 sel mikroba per ml. Pengenceran biasanya dilakukan 1:10, 1:100, 1:1000, dan seterusnya.

B.   Tujuan
Mengetahui bahan yang digunakan dalam pembuatan media dan larutan pengencer serta memahami proses pembuatanya.








C.   Alat dan Bahan
Alat
1.      Botol semprot
2.      Tabung reaksi
3.      Rak tabung reaksi
4.      Petridish
5.      Erlenmeyer 250 ml dan 500 ml
6.      Mikro pipet
7.      Gelas piala 250 ml, 500 ml, dan 1000 ml
8.      Pipet mili 10 ml dan 25 ml
9.      Timbangan analitik
10.  Hot plate
11.  Spatula
12.  Batang pengaduk
13.  pH meter
14.  gelas ukur 10 ml, 100 ml dan 250 ml

Bahan
1.      Kapas
2.      Tissue gulung
3.      Spiritus
4.      Alcohol
5.      Alumunium foil
6.      Kertas label
7.      Aquades
8.      Garam (NaCl)
9.      Agar
10.  Ekstrak daging
11.  Peptone
12.  Dextrose
13.  Ekstrak kentang

D.   Prosedur Kerja
1.      Pembuatan  Nutrient Agar (NA)
1)      Timbang komponen media dengan menggunakan timbangan analitis untuk volume yang diinginkan sesuai dengan komposisi berikut:
a. Ekstrak daging 3 g
b. Peptone 5 g
c. Agar 15 g
d. Aquades 1000 ml

2)      Aquades sebanyak 1000 ml dibagi menjadi dua, 400 ml untuk melarutkan ekstrak daging dan peptone dan 600 ml utuk melarutkan agar 600 ml. (Sebaiknya air untuk melarutkan agar lebih banyak).
3)      Larutkan agar dengan mengaduk secara konstan diatas hot plate stirrer (jangan sampai overheat karena akan terbentuk busa dan memuai sehingga tumpah).
4)      LArutkan peptone dan ekstrak daging, cukup dengan pengadukan
5)      Setelah keduanya larut, larutan dituangk ke larutan agar dan diaduk sampai homogen.
6)      Ukur pH media. Jika pH tidak netral maka dapat ditambahkan HCl/NaOH.
7)      Masukkan media ke dalam labu Erlenmeyer dan disterilisasi dengan autoklaf.
8)      Tuang media steril ke cawan petri steril secara aseptis.

2.      Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)
1)      Timbang komponen media sesuai dengan komposisi berikut:
a.       Potato/ kentang 3 g
b.      Dextrosa 5 g
c.       Agar 15 g
d.      Aquades s.d 1000 ml
(sebelum ditimbang, sebaiknya kentang dikupas dan diiris kecil-kecil)
2)      Rebus kentang dalam sebagian aquades tadi selama 1-3 jam sampai lunak, kemudian diambil ekstraknya dengan menyaring dan memerasnya dengan menggunakan kertas saring lalu ditampung digelas piala.
3)      Agar dilarutkan dengan hot plate stirrer dalam 500 ml aquads, setelah larut dapat ditambahkan dextrose dan dihomogenkan lagi.
4)      Setelah semuanya larut, ekstrak kentang dan agar dextrosa dicampur dan dihomogenkan.
5)      Atur pH media menjadi 5-6 dengan meneteskan HCl/Naoh.
6)      Media dituang ke dalam Erlenmeyer atau ke tabung reaksi kemudian siap untuk disterilisasi.



E.    Pembahasan
Pada pembuatan media agar padat di perlukan takaran agar yang benar. Jika pembuatannya terlalu pekat maka mikroorganisme tak akan tumbuh dengan baik. Dan sebaliknya jika pembuatan media terlalu encer maka nutrisi sedikit dan hal tersebut menyebabkan mikoorganisme terhambat pertumbuhannya pula.
Pada pembuatan agar cawan setelah agar memadat di haruskan meletakan media pada posisi terbalik, hal ini bertujuan agar uap air yang terbentuk ketika di lakukan proses inkubasi tidak menetes pada koloni bakteri. Dan jika sampai ditetesi air maka kemungkinan besar bentuk koloni akan berubah karena sudah terkontaminasi.
Media pengencer berfungsi untuk mengencerkan konsentrasi nutrisi dan mengurai koloni mikroorganisme yang bergerombol padat sehingga dapat di amati dan di ketahui jumlah mikroorganisme secara spesifik dan untuk mendapatkan perhitungan yang tepat.
Media-media yang dapat di gunakan dalam uji mikrobiologi ini antara lain:       
1.      PCA (Plate Count Agar): Di gunakan sebagai media pertumbuhan bakteri
2.      PDA (Potato Dextrose Agar): Digunakan sebagai media pertumbuhan khamir dan kapang
3.      Pepton: sebagai bahan pengencer

F.    Kesimpulan
Media adalah suatu substrat dimana mikroorganisme dapat tumbuh dan sesuai dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan hasil praktikum diperoleh hasil bahwa:
·         Media merupakan bahan yang terdiri atas campuran nutrisi, yang digunakan sebagai tempat menumbuhkan mikroba
·         Pada proses pengenceran di gunakan peptone untuk membuat medium cair, sedangkan untuk media cawan agar menggunakan PDA.
·         Diharapkan dapat menjaga kondisi aseptis lingkungan serta perlengkapan dalam pembuatan media agar dapat menghasilkan mikroba yang diinginkan.
Untuk mencegah terkontaminasinya media oleh mikroorganisme, maka sebaiknya hal-hal yang perlu diperhatikan:
1.      Mencuci tangan dan  rambut sebelum praktikum.
2.      Menggunakan jas lab dan sarung tangan yang steril.
3.      Sebelum dan sesudah praktikum meja kerja dan tangan disemprotkan alkohol 70%.
4.      Menggunakan alat dan bahan yang sudah disterilkan.
5.      Tidak banyak bercanda dan ngobrol saat praktikum berlangsung.


Daftar Kepustakaan
 Ardiansyah. 2004. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan. Bogor : Universitas Djuanda.
Dwidjoseputro.1964.Dasar-Dasar Mikrobiologi.Malang : Djambatan
 Mulyana, dkk. 1992. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Mikrobiologi. Bogor : Universitas Djuanda.
                Yanny Priantieni, E. 2004. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Bogor : SMAKBO.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar